Kamis yang Manis melanjutkan kisah kehidupan warga Cannery Row setelah Perang Dunia II. Novel ini berfokus pada Doc, seorang pria baik hati yang kesepian, serta upaya teman-temannya untuk membantunya menemukan kebahagiaan dan cinta. Dengan gaya hangat, humor halus, dan sentuhan satir, Steinbeck menggambarkan persahabatan, harapan, serta sisi kemanusiaan orang-orang sederhana.