Menceritakan sosok Borno sebagai tokoh utamanya, seorang pemuda yang digambarkan penulis sebagai ‘pemuda tangguh yang giat, tangguh, adaptif & bercita-cita besar’ yang jatuh cinta pada seorang gadis berdarah tionghoa, bernama Mei. Latar tempat cerita sebagian besar mengambil lokasi di Pontianak, terkhusus tepian sungai Kapuas.
Mantap para alumni nasib Arko, Gala, Juwisa, Sania, Ogi, dan Randi. Para alumni kampus UDEL yang amburadul ini ternyata berhasil melawan tikus-tikus kehidupan.
"...Fakir miskin dipelihara oleh negara...", lalu siapa yang memelihara fakir asmara?
Patah hati?
Hal biasa.
Jadi "badut" yang menghibur saja? Apa boleh dikata.
Ditinggal saat lagi sayang-sayangnya? Sudah level dewa.
Berbeda dengan seri Kami (Bukan) lainnya yang selalu bertokoh utamakan para mahasiswa dan alumni Kampus UDEL, di buku ini sang dosen m…
Premanisme, gembong mafia, dan peredaran narkoba. Ketiga hal itu menyusupi kehidupan kelam anak STM yang tahun 1980-an marak dengan isu tawuran. Kanal media massa, baik layar kaca maupun versi cetak, menyorot permasalahan remaja tersebut yang menjadi momok tersendiri bagi masyarakat.
Alex Bajang dibesarkan di kontrakan yang tak layak, dengan kondis…
Banyak yang terjadi dalam rentang waktu sepuluh tahun setelah berbagai peristiwa yang dikisahkan di buku Little Men (Anak-Anak Plumfield). Anak-anak dari Sekolah Plumfield kini telah dewasa dan mengambil jalan masing-masing. Tidak selamanya semua berjalan sesuai harapan dan rencana, namun bekal pengetahuan dan kasih sayang yang mereka peroleh selama…