Buku ini diharapkan dapat membawa generasi muda pada pemahaman makna baru kepahlawanan, yaitu pahlawan yang nantinya akan menjadi pelopor bagi kemajuan bangsa ke arah yang lebih demokratis dan dinamis.
Buku ini memiliki pokok pembahasan, seperti Pengertian, Sumber Hukum, dan Kriteria Pahlawan. Memaknai Hari Pahlawan Mengenal Sosok Pahlawan Wanita In…
Mengapa perlu kita ingat apa yang telah dilakukan oleh Alm.J.A.Dimara? Tak lain adalah bahwa mutiara-mutiara perjuangan yang bertebaran di Indonesia perlu dirangkai sebagai tulisan sejarah untuk tegaknya persatuan. ...Sebagai bagian dari pembuat sejara di Irian Barat, buku ini sangat tepat menjadi bacaan anak-anak di sekolah. Perjuangan Dimara juga …
Buku ini berbicara lengkap tentang kepariwisataan dan perjalanan, dua hal yang saling melengkapi dan memengaruhi. Diawali dengan bahasan tentang kepariwisataan, buku ini membicarakan perkembangan dan pengertian pariwisata beserta sistemnya pada tataran mikro dan makro, sampai pada pemasaran dan pengaruhnya terhadap perekonomian.
L.N. Palar adalah seorang diplomat yang berintegritas, berintelektual tinggi dan rendah hati. Negarawan dengan indentitas Indonesia yang kuat dan kosisten tidak kenal lelah dalam memperjuangkan Indonesia di forum internasional dan Perserikatan Bangsa Bangsa. Diterimanya Indonesia di Perserikatan Bangsa Bangsa secara de jure dan de facto adalah sebua…
Bali is the most enchanting travel destination in the world. Yup, hal itu nggak perlu diragukan lagi karena di Pulau Dewata banyak tempat indah dan menarik yang bisa kamu kunjungi. Jalan-jalan Bali akan mengulas semua tentang Bali.
Suatu sore di penghujung November 1999, seorang "Tokoh Irian" JA. Dimara datang ke kediaman resmi Wakil Presiden RI, Jl. Diponegoro Jakarta. Usal bertemu Wapres, la menuturkan bahwa dirinya adalah:
1. Model dari Tugu "Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng, Jakarta.
2. Putra Irian yang Ikut ke PBB dalam perundingan kembalinya Irian Barat ke Indo…
Di dalam tubuhnya mengalir darah Belanda, Prancis, Jerman, dan Jawa, tapi semangatnya lebih menggelora ketimbang penduduk Bumiputra. Pemerintah kolonial Belanda menerakan cap berbahaya.
Ia, Ernest François E. Douwes Dekker, bersama Tjipto Mangoenkoesoemo dan Ki Hadjar Dewantara, adalah "Tiga Serangkai", orang- orang pertama yang mendirikan partai …
Buku yang berjudul Corpus Delicti ini sangat berpotensi membangkitkan perdebatan, sebab pokok masalah corpus delicti belum pernah ada dalam literatur, khotbah dan seminar. Dari pengajaran mengenai corpus delicti ini, terbuka pengertian kita terhadap fakta adanya tatanan di dalam diri Allah yang menentukan tindakan-Nya. Terkait dengan hal ini dapatla…