Text
HANUM
Hanum dan teman-temannya tengah meneliti mall, kaki lima, dan pasar tradisional untuk keperluan menulis skipsi. Mereka sejak kecil telah akrab dengan kehidupan pasar. Kakek Hanum sendiri mengikhlas-kan tanahnya untuk dibangun pasar tradisional.
Namun, para mahasiswa ini terkejut ketika menemukan fakta bagaimana mall mampu mengubah perilaku masyarakat menjadi konsumen yang path kepada kehendak pasar. Dalam keadaan seperti ini, Hanum dan teman-temannya melakukan perlawanan. Apalagi setelah pasar tradisional yang menyatu dengan rumah kakek Hanum akan dicaplok oleh pemerintah daerah.
Kakek Hanum melawan. Tetapi ia bersama isterinya terbunuh.
Perlawanan besar-besaran terjadi. Hanum pun ditangkap karena dituduh mendalangi kerusuhan itu.
Apakah Hanum berhasil bebas?
Apakah pasar tradisional ini berhasil diselamatkan?
Buku ini memuat bagaimana penjajahan ekonomi yang terjadi di negeri ini demikian nyata dengan akibat yang nyata pula. Anak-anak muda yang sadar akan adanya proses penjajahan ekonomi ini terus berusaha mengobarkan perlawanan terus-menerus. Apa pun risikonya, perlawanan memang harus dilakukan. Begitulah prinsip Hanum dan teman-temannya. Meski sebagal anak muda mereka pun terlibat lika-liku cinta yang rumit dan mendebarkan.
Tidak tersedia versi lain