Masihkah zainuddin menyimpan dan merawat cintanya? Berbahagiakah hayati dan suami pilihannya sendiri? Bukankah nasib,jodoh, rezeki dan maut ada di wilayah kwenangan sang pencipta?
Sastra klasik Indonesia merupakan bagian dari sejarah sastra nasional yang harus tetap dilestarikan. Pelestarian itu bisa berupa penerbitan ulang, apresiasi, dan sebagainya. Untuk itu, Balai Pustaka kembali menghadirkan salah satu roman klasik Indonesia
Hatinya sekarang sedang kusut masai. Pikirannya sedang berperang hebat, bertempur, menghadapi segala rintangan yang akan menghalangi tumbuhnya cinta.
Sedang ia berpikir begitu Masri memandang pula kepada perempuan itu, O, celaka, matanya bertemu lagi ... "Aduh," pikirnya, "Kalau begini... tentu tak saya saja yang tertarik olehnya, kalau tidak mengapa dia sebentar-sebentar melihat kepada saya. Tetapi, siapa tahu ikan di laut asam di gunung.... kalau untung ...,"
Sabai Nan Aluih, merupakan cerita klasik Minangkabau yang amat terkenal. Masyarakat inangkabau kaya akan sastra yang menarik, dan cerita Sabai nan Aluih membutuhkan akan mutu yang terkandung dalam sastra daerah. Isinya mengani adat lama yang menentukan wanita harus menerima jodoh pilihan orang tuanya.
Untuk kita, yang terlalu malu walau sekedar menyapanya, terlanjur bersemu merah, dada berdegup lebih kencang, keringat dingin di jemari, bahkan sebelum sungguhan berpapasan.
His name is Ali, he’s sixteen years old, he’s in Class 11. If only his parents would let him, he ought to have been doing his senior year of a doctoral programme in physics at one of the best universities. Ali doesn’t like his school or his teachers or his classmates. He finds it all boring. But since he found out that there’s something odd about two of his classmates, me and Seli, his …
Sebenarnya, apakah itu perasaan? Keinginan? Rasa memiliki? Rasa sakit, gelisah, sesak, tidak bisa tidur, kerinduan, kebencian? Bukankah dengan berlalunya waktu semuanya seperti gelas kosong yang berdebu, begitu-begitu saja, tidak istimewa. Malah lucu serta gemas saat dikenang. Sebenarnya, apakah pengorbanan memiliki harga dan batasan? Atau priceless, tidak terbeli dengan uang, karena han…
Kau menceritakan hal ini kepada teman-temanku, tapi, mereka malah ketakutan. Kemudian, mereka mulai mengataiku sinting.
Yes! Akhirnya, Raib, Seli, dan Ali kembali bertualang. Kalian sudah kangen dengan trio ini? Misi mereka adalah menyelamatkan Miss Selena, guru matematika mereka. Tapi, apakah semua berjalan mudah? Siapa yang bersedia membantu mereka? Kali ini, si genius Ali memutuskan meminta bantuan dari sosok yang tidak terduga, karena musuh dari musuh adalah teman. Apakah Raib bisa melupakan masa lalu itu…