Begitu banyak peristiwa terjadi dalam rentang kehidupan ini, pada diri kita, orang lain, dan alam raya ini. Ada yang menyenangkan, banyak pula yang mengharukan.... Tugas penting kita adalah mengambil HIKMAH dan menjadikannya pemicu untuk lebih baik lagi. Dan masih banyak kisah mengharukan lainnya, yang dapat Anda nikmati dalam buku ini sebagai pelaj…
Duhai, apakah kau akan memilih mati ketika cinta-sejatimu tidak terwujudkan? Ataukah hanya bisa memeluk lutut, menangis tersedu, bersembunyi di balik pintu seperti anak kecil tidak kebagian sebutir permen? Adalah Jim, pemuda yatim piatu dipilih oleh Sang Penandai (penjaga dongeng-dongeng), untuk mengukir kisah melupakan sang pujaan hati, Nayla. Adal…
Laut menyimpan separuh tubuhnya di kedua matamu.
Aku mengambil sebagian untuk tiga judul puisi
yang tak pernah selesai.
Semesta yang menyimpan kesedihan adalah
tempat di mana aku juga kau menuangkan
banyak warna biru di setiap ingatan.
Salman, seorang remaja penuh harapan dari Sedanau, Natuna, bermimpi untuk menjadi dokter dan mengubah nasibnya. Namun, untuk mencapai impiannya, ia harus berjuang keras untuk mendapatkan beasiswa dan menjalani pendidikan kedokteran yang panjang dan penuh tantangan. Perjalanan ini membawanya merantau jauh dari rumah, meninggalkan keluarga dan cinta p…
Keluarga Bindae menang hadiah kuis kupon menginap di Pulau Jeju! Wah, kapan lagi mereka bisa liburan, kan? Tetapi, ternyata hadiahnya hanya kupon menginap saja tanpa biaya transport dan lainnya. Mereka pun harus memutar otak agar bisa liburan tanpa harus mengeluarkan biaya!
Kira-kira apa, ya, siasat mereka?
Yuk, intip siasat jalan-jalan hemat kelu…
Menceritakan sosok Borno sebagai tokoh utamanya, seorang pemuda yang digambarkan penulis sebagai ‘pemuda tangguh yang giat, tangguh, adaptif & bercita-cita besar’ yang jatuh cinta pada seorang gadis berdarah tionghoa, bernama Mei. Latar tempat cerita sebagian besar mengambil lokasi di Pontianak, terkhusus tepian sungai Kapuas.
Mantap para alumni nasib Arko, Gala, Juwisa, Sania, Ogi, dan Randi. Para alumni kampus UDEL yang amburadul ini ternyata berhasil melawan tikus-tikus kehidupan.
"...Fakir miskin dipelihara oleh negara...", lalu siapa yang memelihara fakir asmara?
Patah hati?
Hal biasa.
Jadi "badut" yang menghibur saja? Apa boleh dikata.
Ditinggal saat lagi sayang-sayangnya? Sudah level dewa.
Berbeda dengan seri Kami (Bukan) lainnya yang selalu bertokoh utamakan para mahasiswa dan alumni Kampus UDEL, di buku ini sang dosen m…