Rumah Lentera bukanlah sekadar rumah yang dibangun di atas bukit hijau, Rumah Lentera adalah rumah yang dibangun jauh di dasar hati kita. Apa kau pernah hidup di tengah-tengah anak yatim-piatu? Mungkin tidak, dan mungkin kau tak pernah merasakan kesedihan dan keperihan hati kami ketika melihat anak-anak lainnya selalu berada di tengah-tengah kasih sayang orangtuanya.
Here are sixteen super cool stories from around the world! With fantastic illustrations on every page and a marvellous mix of traditional and contemporary tales, this is a real treasure trove of words and pictures.
engkau yang sedang merindukan hadirnya kekasih, jangan risih! engkau yang sedang mengharap belahan hati, jangan patah hati! engkau yang sedang menunggu penyempurnaan jiwa, jangan kecewa!
Kisah nyata yang menakjubkan dari belahan bumi Afrika, mencengangkan dan memengaruhi ribuan orang. Seorang bocah lahir menunjukkan keajaiban-keajaiban yang tidak masuk akal orang dewasa, dialah Syarifudin Khalifah, terlahir sebagai anak biasa dari Tanzania.
Kalau Tak Untung bercerita tentang kisah hidup seorang perempuan muda bernama Rasmani. Ia berasal dari keluarga yang mementingkan pendidikan ketika masyarakat di sekitarnya masih menuruti aturan yang konservatif, terutama tentang hak perempuan untuk memperoleh pendidikan.
Kematian adalah kepastian yang diterima oleh semua orang, bahkan oleh kalangan ateis sekalipun. Kita semua pasti mengalami ditinggalkan orang-orang terdekat, dan pada saatnya giliran kita yang meninggalkan.
Di tengah keterbatasan ekonomi, Fauzi yang seorang yatim tidak mengira impiannya untuk melanjutkan kuliah ke tanah Arab akhirnya terwujud. Di bumi para rasul itu pula, ia mendapat kejutan tak terduga; dua gadis datang menawarkan hati.
Kami pergi ke sebuah rumah, di halamannya telah berkumpul orang-orang... sebagian laki-laki. Yang di atas rumah sedang berdandan, berpupur, menge- cat alis mata dan bibirnya. Sepuluh orang di anta- ranya mengenakan pakaian perempuan. Selendang yang oleh perempuan dilepaskan ke bawah, oleh mereka diikat erat-erat ke kepalanya supaya tidak Rentara rambutnya yang pendele. Saya heran.... di kampung…
Guntur tak mengenal cinta. Seolah olah dia hidup hanya untuk dirinya, kepentingannya, dan keinginannya menjadi insinyur teknik kimia terhebat di negeri ini