Menceritakan sosok Borno sebagai tokoh utamanya, seorang pemuda yang digambarkan penulis sebagai ‘pemuda tangguh yang giat, tangguh, adaptif & bercita-cita besar’ yang jatuh cinta pada seorang gadis berdarah tionghoa, bernama Mei. Latar tempat cerita sebagian besar mengambil lokasi di Pontianak, terkhusus tepian sungai Kapuas.
Mantap para alumni nasib Arko, Gala, Juwisa, Sania, Ogi, dan Randi. Para alumni kampus UDEL yang amburadul ini ternyata berhasil melawan tikus-tikus kehidupan.
"...Fakir miskin dipelihara oleh negara...", lalu siapa yang memelihara fakir asmara?
Patah hati?
Hal biasa.
Jadi "badut" yang menghibur saja? Apa boleh dikata.
Ditinggal saat lagi sayang-sayangnya? Sudah level dewa.
Berbeda dengan seri Kami (Bukan) lainnya yang selalu bertokoh utamakan para mahasiswa dan alumni Kampus UDEL, di buku ini sang dosen m…
Apakah kalian akan tetap percaya pilihan pertama hingga kematian menjemput? Atau kalian telah lama menyerah, dan memilih melanjutkan hidup dengan pilihan- pilihan lain? Ini adalah kisah tentang Jim, seorang laki-laki yang mulanya pengecut, tapi perlahan-lahan, tumbuh menjadi pemuda gagah berani yang dengan kokoh percaya atas cinta sejatinya.
Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka.
Setiap hari kuhabiskan waktuku di singgasana ini. Tubuhku tak mampu berkembang. Kaki dan tanganku semakin mengecil, dan leherku pun tidak dapat menengok dengan maksimal. Sudah tak terhitung tangki kekhawatiran Papa Mama tentang diriku. Sayangnya, aku manusia kuat. Tubuhku boleh terkurung, tapi pikiranku tetap bebas.