Setiap hari kuhabiskan waktuku di singgasana ini. Tubuhku tak mampu berkembang. Kaki dan tanganku semakin mengecil, dan leherku pun tidak dapat menengok dengan maksimal. Sudah tak terhitung tangki kekhawatiran Papa Mama tentang diriku. Sayangnya, aku manusia kuat. Tubuhku boleh terkurung, tapi pikiranku tetap bebas.