Misi dibesarkan oleh neneknya, Ne' Tabi, di Tana Toraja. Keinginan tahu tentang orang tuanya membawanya pada pengalaman traumatis pelecehan seksual yang mengubah hidupnya. Ia kemudian dikirim ke Eropa, menjalani kehidupan yang berat, terlunta-lunta, namun bertemu dengan orang-orang yang mengubah cara pandangnya.