sebagai pernyataan sikap kebudayaan mereka. Kumpulan Tiga Menguak Tadir yang merangkum puisi-puisi karya pelopor Angkatan '45 ini; Chairil Anwar, Asrul Sani, dan Rivai Apin, merupakan pengejawantahan dari sikap kebudayaan itu, sekaligus penolakan terhadap estetika Takdir. Buku ini akan membawa pembacanya mengarungi kegelisahan sastrawan-sastrawan Angkatan '45.